Sumber : Pancaran Air Hidup Junior Bulan Januari 2021
Pengisi Suara: Bu. Christy (Pamong KPAR GKJW Singosari)
SAPAAN
Shalom teman-teman semua..
Wah bagaimana nih kabar kalian pagi ini? Hmm.. sepertinya sudah semangat nih untuk memulai kegiatan pagi ini.
Nah teman-teman, sebelum kita memulai kegiatan kita seharian ini, ayo kita mau buka hari kita dengan membaca dan merenungkan sebagian firman Tuhan. Tapi sebelumnya kita mau berdoa terlebih dahulu ya.. Kita mau mengucap syukur kepada Tuhan. Yuk, kita semua lipat tangan dan tutup mata.. kita berdoa :
Bapa kami yang ada di surga, sungguh kami sangat mengucap syukur untuk pagi hari ini. Engkau membangunkan kami dalam keadaan yang sehat, dalam keadaan yang senang, dan dalam keadaan tubuh yang bugar. Kami mengucap syukur ya Tuhan atas berkat yang Kau berikan kepada kami, sehingga kami bisa bangun pagi ini dalam keadaan yang baik-baik saja. Tuhan Yesus sebentar lagi kami akan membaca dan merenungkan sebagian dari Firman-Mu, Tuhan Yesus tolong berikan kami hikmat dan pengertian supaya bisa mengerti apa yang ingin Tuhan Yesus sampaikan kepada kami. Dan juga Tuhan tolong berkati supaya kami bukan hanya menjadi pembaca dan pendengar saja, tapi kami juga bisa melakukannya dalam kehidupan kami sehari-hari. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa haleluya, amin.
RENUNGAN
Nah teman2, renungan kita pada pagi hari ini diambil dari
Bacaan/Judul: 1 Samuel 17: 12-15 / GEMBALA
Ayat Nats : Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba (1 Samuel 17: 15)
Teman-teman.. menggebalakan domba di Indonesia berbeda dengan di Timur Tengah. Bedanya di Indonesia banyak rumput karena daerahnya sangat subur, sedangkan di Timur Tengah daerahnya gersang, penuh dengan padang gurun. Makanya menjadi gembala di Timur Tengah itu sangat berat Iho.. Selain itu, tantangannya itu banyak dan harus berani. Mengapa? Domba digiring di tengah-tengah padang rumput oleh gembalanya, dan itu berbahaya karena ada binatang buas yang siap untuk menerkam domba-domba itu. Oleh karenanya harus berani. Daud sebelum menjadi raja, ia adalah seorang gembala meskipun tubuhnya itu kecil tapi ia adalah seorang yang berani dan setia. Sebagai seorang gembala, ia harus menguasai alat-alat untuk mempertahankan diri dari musuh. Salah satu keahliannya adalah menggunakan ketapel. Itulah senjata yang digunakan oleh Daud ketika ia melawan Goliat, tentara Filistin yang bertubuh besar. Teman-teman.. apapun cita-citamu di masa depan, kalian harus memastikan diri menjadi orang yang benar-benar mencintai apa yang kalian lakukan. Jangan setengah-setengah agar hasilnya sungguh memuaskan seperti Daud.
PENUTUP
Tuhan Yesus yg baik terimakasih Tuhan untuk renungan kami hari ini, Tuhan kami ingin menjadi orang yg sungguh2 dalam meraih cita2 kami,agar melalui cita2 kami kami bisa menjadi berkat untuk org2 di sekitar kami dan kami bisa memuliakan namaMu melalui cita2 kami sehingga akan banyak orang yg mengenalMu melalui kami jadikan kami alatMu di dunia ini untuk memberitakan siapa Tuhan Yesus dan jadikan kami alatMu untuk menebar kasih bagi orang2 di sekitar kami. Terimakasih Tuhan Yesus di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa, Haleluya,
-Amin.-